Senin, 29 Agustus 2016

Ketika Diminta Menceritakan Diri Sendiri

Biasanya setiap kali wawancara pertama berlangsung perusahaan meminta Anda memperkenalkan diri. Pasti suka bingung kan, kira-kira apa yang bakal disampaikan kepada pewawancara. Dan ketika menanyakan hal tersebut sebenarnya gambaran apa yang ingin didapatkan oleh perusahaan tentang Anda. Jawabannya ada di sini!




  1. Bukan Curhat
Ketika Anda diminta bercerita tentang diri sendiri, tentunya yang dimaksud bukanlah sesi curhat seperti Anda menceritakan hal-hal pribadi. Tolong batasi diri Anda untuk bercerita hal-hal yang tidak ada kaitannya dengan pekerjaan. Jadi, pagari diri sebelum Anda mulai membicarakan hal-hal yang tidak penting.
  1. Biodata Singkat
Anda cukup memperkenalkan diri secara singkat saja. Cuplikan tentang keluarga kemudian sejarah singkat akademis Anda. Tidak perlu dimulai sejak sekolah dasar, dari kuliah saja. Kemudian jelaskan sedikit kegiatan aktivitas ketika di kampus. Apabila tergolong aktif Anda bisa menceritakan kegiatan-kegiatan penting yang Anda lakukan di kampus dulu.
  1. Prestasi
Perlu buat Anda menjelaskan prestasi-prestasi yang Anda raih selama berada di perusahaan lama. Ini bisa meningkatkan nilai tambah Anda kepada perusahaan yang akan Anda lamar ini. Tapi jangan berpanjang-panjang pada bagian ini sehingga mengesankan kesan berlebihan.
  1. Minat
Ceritakan kepada pewawancara mengenai minat Anda. Selain berkaitan dengan pekerjaan kantor tentunya. Hal-hal lain yang menarik minat Anda. sehingga perusahaan tahu kalau Anda punya dunia lain selain pekerjaan. Menunjukkan kalau Anda punya kesenangan lain akan menarik perusahaan untuk menyunting Anda. Karena Anda dinilai cukup aktif, percaya diri dan tidak monoton.
  1. Cita-cita
Selipkan harapan serta cita-cita Anda di sesi tersebut. Tunjukkan kalau Anda orang yang ambisius tetapi tetapdown to earth. Perusahaan senang dengan calon karyawan yang memiliki mimpi tinggi dan sudah punya rencana untuk mewujudkannya.
  1. Tanggapan Mengenai Perusahaan
Berikan alasan kenapa Anda ingin bergabung di perusahaan tersebut. Uraikan alasan yang masuk akal, tidak berlebihan ataupun terkesan menjilat. Jangan lupa tambahkan mengenai tanggapan Anda tentang perusahaan tersebut serta harapan-harapan yang ingin Anda capai ketika bisa bergabung kelak.

Yang Harus Dihindari Saat Wawancara

Wawancara adalah tahapan kedua yang harus dilewati setelah lulus dari berkas. Bisa dibilang ini adalah tahap yang penting karena Anda akan bertemu dengan user dan pihak perusahaan yang berkemungkinan Anda akan bekerja bersamanya.
Supaya sukses dan berjalan lancar Anda harus memerhatikan beberapa hal agar jangan sampai salah melangkah yang pada akhirnya merugikan diri sendiri.

  1. Penampilan
Tidak bisa disangkal kalau penampilan adalah hal pertama yang dilihat oleh pihak yang melakukan wawancara. Berpakaian rapi dan menunjukkan profesionalitas adalah bagian terpenting.
Tidak perlu terlalu berlebihan dalam berpakaian. Kenakan pakaian yang bisa membuat Anda nyaman. Jangan anggap sepele mengenai masalah pakaian. Kalau Anda merasa tidak nyaman, saat wawancara Anda akan lebih fokus dengan pakaian yang Anda kenakan bukan kepada pertanyaan user.
  1. Tepat Waktu
Seberapa berkualitasnya pun Anda kalau datang tidak tepat waktu akan membuyarkan semua kecerdasan Anda tersebut. Lebih baik Anda yang menunggu user, ketimbang user yang menunggu Anda.
Banyak orang pintar di dunia ini tetapi hanya sedikit saja yang memiliki perilaku baik. Datang terlambat hanya menunjukkan kalau Anda menganggap remeh mengenai persoalan waktu dan tidak menghormati perusahaan yang sudah membuat janji wawancara dengan Anda.
  1. Memuji Diri
Ketika user menanyakan kemampuan Anda, apa yang bisa diberikan kepada perusahaan untuk memajukan perusahaan, sebaiknya hindari kalimat ataupun pernyataan yang terlalu membanggakan diri atau menjual diri.
Ini hanya akan mengesankan kalau Anda terlalu percaya diri. Sebenarnya percaya diri baik tapi kalau sudah berlebihan akan terkesan arogan. Anda tidak perlu terlalu membesarkan kemampuan Anda karena sebenarnya di CV-pun sudah merangkum kapabilitas Anda. User hanya ingin menegaskan dan memastikan apa yang tertulis di resume saja.
  1. Gaji + Fasilitas
Jangan terlalu bersemangat saat menanyakan mengenai gaji dan fasilitas yang akan diberikan perusahaan kepada karyawannya. Apalagi saat ini Anda hanya berstatus sebagai calon karyawan. Biasanya kalau sudah ada lampu hijau dari perusahaan, mereka sendirilah yang akan memulai percakapan mengenai hak yang bakal Anda terima.

Kesalahan Umum Pelamar Saat Wawancara Kerja

Anda wajib mengetahui hal-hal ini supaya Anda jangan sampai melakukan ataupun mengulangi sehingga membiarkan kesempatan untuk berkarier yang sudah di depan mata hilang begitu saja. Hanya karena kesalahan kecil berikut ini!




  1. Lupa Mematikan Gadget
Ini bisa menjadi kesalahan besar yang Anda lakukan saat sesi wawancara. Bila Anda melakukannya bisa jadi pewawancara menganggap Anda tidak memandang serius dengan sesi wawancara yang dilakukan tersebut. Makanya, sebelum wawancara dimulai, pastikan kalau gadget Anda dalam posisi mati atau silent sehingga Anda terhindar dari kesalahan kecil yang bisa merusak karier Anda.
  1. Salah Kostum
Secakapnya kemampuan Anda bisa jadi pewawancara menjadi kehilangan minat begitu melihat Anda salah kostum. Busana yang Anda kenakan saat wawancara bisa memengaruhi karier Anda di masa depan. Makanya, kenakan busana yang aman saja. Maksudnya jangan terlalu berlebihan. Kalaupun sebenarnya di keseharian Anda berdandan nyeleneh ala rock star atau apalah, cobalah untuk sekali ini saja saat wawancara Anda menjadi pribadi yang aman.
  1. Tinggi Gaji
Kemudian kesalahan yang biasa terjadi adalah Anda terlalu tinggi memberikan target gaji. Bila ini yang Anda lakukan apalagi tanpa menyadari kualitas Anda bisa-bisa perusahaan menganggap Anda sebagai orang yang tak tahu diri. Tidak sadar kemampuan dan meminta gaji tinggi. Perusahaan mana yang mau merekrut calon karyawan demikian. Coba-cobalah cari tahu pasaran gaji di perusahaan yang Anda lamar sebelum hari wawancara tiba.
  1. Telat
Sudahlah Anda yang mau diwawancara, Anda pula yang datang telat! Lebih baik datang lebih cepat ketimbang membiarkan pewawancara menunggu Anda. Selain pewawancara kesal karena Anda terlambat, Anda juga tidak punya waktu untuk mempersiapkan diri memberikan jawaban-jawaban terbaik karena sudah kehabisan napas memburu waktu.
  1. Terlalu Pede
Percaya diri itu baik tapi kalau sudah terlalu(T. Alur)
bisa-bisa kesan yang ditangkap oleh pewawancara adalah Anda orang yang sombong dan arogan. Makanya ketika menjawab pertanyaan-pertanyaan oleh pewawancara, jawablah seperlunya jangan berlebihan. Jangan juga terlalu menunjukkan kemampuan dan kualitas Anda secara berlebihan. 

Tips Menulis Surat Lamaran

Menurut Dr.Rheinald Kasali, kebanyakan dari kita tidak punya dasar pengetahuan dalam menulis surat lamaran asal jadi. Padahal di Amerika, malah ada orang-orang yang pekerjaannya khusus membuat surat lamaran! Kenapa begitu? Soalnya, surat lamaran itu vital. Dari situlah dapat terbaca seberapa besar minat kita terhadap pekerjaan yang kita lamar. Dan seberapa kompeten kualitas diri kita untuk menduduki posisi tersebut. Surat lamaran sebaiknya:


dan jadinya malah surat lamaran
  • Impresif. Tidak terlalu menyombongkan diri, dan tidak terlalu merendahkan diri.
  • Menarik minat calon atasan. Begitu dibaca, orang langsung tertarik untuk mengetahui lebih lanjut seperti apakah anda
  • Menyebutkan kualifikasi yang diraih
  • Mengunakan bahasa yang enak dibaca, ringkas, jelas, dan padat.Hindari pengulangan kalimat tanpa penjelasan, penggunaan kalimat tidak efektif, ejaan yang salah, maupun pengunaan tata bahasa yang buruk.(bila perlu, beli buku yang berisi contoh-contoh surat lamaran)
  • Hindari mengunakan bahasa Inggris (jika tidak diminta) apabila anda merasa bahwa kemampuan bahasa Inggris anda kurang baik.Daripada ketahuan salahnya, lebih baik gunakan bahasa Indonesia saja.
  • Cantumkan tujuan dan alasan anda melamar
  • Jangan sampai surat lamaran anda memberikan kesan kotor, seadanya. gunakan kertas yang bagus, bersih dan rapi, tidak usut, tebal, tidak mudah robek. Hindari tipp-ex. Tinta juga jangan terlalu tipis supaya mudah dibaca.
  • Menggunakan komputer. Memang ada beberapa perusahan yang meminta agar surat lamaran ditulis dengan tangan. Tetapi jika tidak diminta, lebih baik jika anda mengunakan komputer. Gunakan pula printer inkjet atau laser (jangan pulamemakai printer dot matrix). Dengan demikian anda tidak terlihat buta teknologi.
sumber: http://cdc.eng.ui.ac.id

Memilih Jalur Karir

Memilih jalur karir hampir sama dengan memilih jodoh. Kalau salah melangkah bisa-bisa ini menjadi penyesalan Anda seumur hidup. Tentunya Anda tidak mau ‘kan terjebak dalam pekerjaan ataupun karier yang tidak Anda senangi?
  1. Kuliah di Jurusan yang Disukai atau Tidak
Pertanyaan ini terlebih harus Anda jawab dahulu untuk menentukan bidang pekerjaan yang akan Anda tekuni. Kalau Anda memang dulunya kuliah di bidang yang Anda sukai, Anda tinggal mencari pekerjaan yang sesuai dengan kemampuan dan bidang yang dulu Anda tekuni saat di kampus dulu. Nah, bila ternyata tidak, Anda harus mencermati dulu, apakah pada akhirnya Anda menyukai bidang tersebut dan bisa berdamai serta melakoninya atau tidak.
  1. Memang Harus Suka
Tidak ada pilihan lain, untuk menjalani sesuatu yang pada akhirnya menjadi jalan hidup Anda, hal yang paling utama untuk Anda ketahui adalah apakah Anda memang menyukainya atau tidak. Anda tidak bisa menjalani sesuatu yang tidak Anda sukai. Hasilnya tidak akan pernah menjadi maksimal. Sebenarnya tidak masalah kalau bidang tersebut bukan jurusan Anda pada akhirnya rasa suka akan mengalahkan semua ketidaktahuan.
  1. Jangan Karena Uang
Jangan cepat menerima pekerjaan karena tergiur uangnya. Jika Anda hanya berpatokan pada materi saja, susah buat Anda untuk menjalani pekerjaan tersebut dengan ikhlas. Apalagi kalau mau maju, langkah Anda akan terhambat pun tersendat jika hanya berpatok pada gaji saja. Menjalani pekerjaan harus dari hati bukan materi semata.
  1. Mau Belajar
Anda harus siap menjadi pribadi yang mau belajar dan menerima kritikan. Yang namanya pekerjaan pasti ada masa-masa jatuh bangunnya. Masalahnya adalah apakah mental Anda sudah siap untuk menjadi pribadi yang dikritik, menghadapi kegagalan, perasaan tertekan, tetap maju saat stuck melanda. Ini adalah pertimbangan yang tak kalah pentingnya.
  1. Plan B
Jangan memaksakan diri bertahan di satu keadaan. Dunia pekerjaan adalah medium yang dinamis. Anda tidak bisa menjadi setia di satu sisi saja. Anda harus siap mengalami perubahan serta kemungkinan-kemungkinan yang mengikutinya.

Pertimbangkan Ini Sebelum Melamar Pekerjaan

Karena melamar pekerjaan bukan hanya soal kebutuhan ekonomi yang mendesak saja. Bisa dikatakan persoalan melamar pekerjaan adalah hal paling krusial setelah Anda melepas masa kuliah Anda.
Ini bukan hanya demi sesua nasi dan sekadar mendapatkan penghasilan untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari saja. Ada masa depan dan cita-cita dibalik sebuah pekerjaan. Karenanya Anda perlu memahami dan memaknai beberapa hal berikut ini sebelum memutuskan untuk melamar ke sebuah perusahaan.

  1. Sesuai Bidang
Apakah pekerjaan yang akan Anda lamar ini memang sesuai dengan bidang pekerjaan Anda atau tidak? Jika tidak, apakah Anda memiliki pengalaman dan kecakapan kemampuan di bidang tersebut. Beberapa hal ini harus Anda pertimbangkan, jangan sampai Anda hanya membuang-buang waktu melamar pekerjaan di tempat yang tidak seharusnya.
  1. Karier Impian
Kemudian hal lain yang wjaib menjadi pertimbangan dan tak kalah pentingnya adalah apakah pekerjaan yang Anda lamar ini bisa dikategorikan sebagai pekerjaan impian? Jika memang benar adanya maka Anda sedang ada pada jalur yang benar. Pun, bila belum atau tidak, apakah pekerjaan ini bisa nantinya menjadi jalan untuk Anda menuju pekerjaan impian.
  1. Gaji Sesuai
Setelah mempertimbangkan kedua hal tadi, mari beralih ke masalah yang tak kalah pokoknya yaitu adalah penghasilan. Bagaimana dengan tawaran penghasilan yang diberikan oleh perusahaan, sesuai harapan atau tidak? Jangan sampai Anda menyesal belakangan.
Namun bila tidak adakah pertimbangan lain yang membuat Anda menerima tawaran tersebut? Misalnya kemungkinan akan ada kenaikan posisi dalam enam sampai satu tahun ke depan. Bisa jadi gaji pokok tidak begitu tinggi tapi fasilitasnya sudah melampaui lebih dari cukup.
  1. Kebutuhan Mendesak
Tidak menutup kemungkinan Anda memang terdesak dengan harus mendapatkan pekerjaan secepat mungkin—pekerjaan apapun. Bisa jadi karena kebutuhan akan ekonomi, Anda sedang terbelit masalah finansial. Bila sudah demikian memang tidak ada pilihan lain selain menerima pekerjaan apapun. Namun Anda selayaknya tetap harus memikirkan kemungkinan perkembangan karier Anda disana. Dan rencana ke depannya untuk menemukan pekerjaan yang sesuai dengan minat dan kemampuan.

Jika Perusahaan yang Dilamar Tidak Sesuai Jurusan

Jika perusahaan yang Anda lamar tidak sesuai dengan jurusan ataupun minat Anda, bagaimana mengetahui seberapa besar peluang Anda untuk diterima disana? Bagaimana Anda beradaptasi dengan situasi demikian?
Memang tidak jarang karyawan bekerja di bidang yang tidak sesuai dengan ilmu yang dipelajarinya saat kuliah dulu. Namun, semuanya bisa diatasi kalau memang Anda memiliki niat yang kuat dan tujuan yang jelas. Berikut beberapa hal yang semestinya Anda lakukan bila berada pada posisi demikian.
  1. “Baca” Posisi Anda
Anda harus bisa membaca posisi Anda di perusahaan yang Anda lamar tersebut. Mengenai posisi yang Anda lamar apakah di dalam keterangan informasi lowongan pekerjaan meminta spesifik pada satu jurusan dan apakah posisi yang Anda lamar ini tergolong junior atau membutuhkan kecakapan yang serius?
  1. Punya Pengalaman
Walaupun lowongan yang Anda lamar ini sama sekali berbeda dengan jurusan saat kuliah dulu tapi bukan tak mungkin Anda memiliki pengalaman di bidang ini sama sekali. Bisa jadi saat kuliah Anda aktif di bidang tersebut—katakanlah dunia kreatif. Seharusnya Anda tidak usah mempermasalahkannya, karena semua perusahaan pun akan lebih senang merekrut karyawan yang memiliki pengalaman ketimbang hanya berpatok pada nilai-nilai di selembar kertas saja.
  1. Gaji yang Diminta
Kemudian mengenai gaji yang Anda minta sudah selayaknya sesuai dengan pengalaman dan kemampuan yang Anda miliki. Jika Anda merasa kemampuan yang Anda miliki masih standard saja, sudah sewajarnya Anda meminta sesuai dengan standard perusahaan. Namun kalau Anda sudah merasa mumpuni mengingat pengalaman yang sudah Anda lakukan jangan sungkan meminta lebih. Walaupun Anda tidak memiliki ilmu tertulis mengenai posisi tersebut Anda sudah menang di pengalaman.
  1. Percaya Diri
Kalau Anda merasa memiliki kemampuan di bidang yang Anda lamar tersebut Anda harus percaya diri “menjual” dan mempertahankan nilai Anda. Jangan sampai hanya karena Anda tidak percaya diri, perusahaan pun ragu merekrut Anda sebagai karyawannya. Dan Anda pun kehilangan kesempatan emas berkarier di perusahaan impian.

Kenapa Penting Mencari Tahu Biodata Perusahaan?

Perasaan gembira yang meluap-luap tentunya Anda rasakan saat telepon berdering yang menyatakan Anda akan mengikuti tes wawancara. Senang sudah pasti, namun ada hal-hal lain yang mengiringi dan harus Anda lakukan yaitu mencari tahu biodata perusahaan. Kenapa?
  1. Kucing Dalam Karung
Tidak hanya user saja yang selektif dalam memilih calon karyawannya, Anda juga sebagai pelamar juga harus selektif. Jangan sampai Anda membeli kucing dalam karung. Pada akhirnya tentu saja kalau Anda diterima di perusahaan tersebut Anda akan menjadi bagian dari perusahaan tersebut. Makanya penting buat Anda untuk mengetahui seluk-beluk perusahaan.
  1. Bahan Diskusi
Bagaimana wawancara bisa berjalan lancar bila Anda tidak tahu satupun mengenai perusahaan yang Anda lamar ini? Mengetahui sedikit banyak tentang perusahaan akan membuka percakapan ataupun tema-tema di luar soal perekrutan saat berlangsungnya wawancara.
  1. Menunjukkan Antusias
Mengetahui biodata perusahaan dapat menunjukkan seberapa besar antusias Anda kepada perusahaan tersebut. Perusahaan akan menangkap antusias Anda dan mengartikan keseriusan Anda bergabung dengan mereka. Wawasan Anda mengenai perusahaan juga akan menjadi nilai plus di hasil wawancara kelak.
  1. Obrolan yang Lancar
Coba Anda bayangkan kalau Anda sama sekali blank mengenai figur perusahaan? Betapa tersendatnya obrolan karena setiapkali user menjelaskan sesuatu Anda tidak memahami sama sekali apa yang diutarakan sang user. Bayangkan saja betapa tidak nyambungnya percakapan antara Anda dan user!
  1. Standard Gaji
Nah, salah satu yang tak kalah pentingnya dari mengetahui biodata perusahaan adalah, Anda bisa tahu rategaji dari perusahaan tersebut berapa. Sehingga Anda bisa menentukan kisaran gaji yang Anda minta berapa. Jadi kalau perusahaan “menawar” Anda di bawah kisaran tersebut Anda bisa menentukan langkah dan sikap.
  1. Plus Minus
Informasi mengenai biodata perusahaan sedikit banyak bisa menjadi penilaian tersendiri buat Anda apakah perusahaan tersebut baik untuk perkembangan karier Anda atau tidak. Mempelajari biodata perusahaan tersebut membuat Anda tahu plus minus dari perusahaan tersebut. Anda juga bisa meramalkan perkembangan karier Anda disana.